Langkah ke konten
Hoot Tales

Bahasa dan membaca

Cara memilih dan berbagi cerita di rumah dwibahasa

Rumah dwibahasa atau multibahasa tidak membutuhkan satu aturan universal. Sebagian keluarga menggunakan satu bahasa untuk setiap sesi membaca, sebagian lagi membagikan cerita yang sama dalam bahasa yang berbeda-beda, dan sebagian lainnya berpindah bahasa secara alami. Ada satu prinsip yang bisa menyatukan semua pendekatan ini: berikan anak bahasa yang teratur dan hangat dari orang dewasa yang bisa menggunakannya dengan nyaman, dan pilih cerita yang tetap bermakna, apa pun bahasa yang membawakan halamannya.

Sekitar 8 menitDiterbitkan Terakhir ditinjau

Petakan bahasa-bahasa di rumah Anda, alih-alih mengikuti satu rumus baku

Catat bahasa apa yang digunakan setiap orang dengan nyaman bersama anak, bahasa apa saja yang muncul di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, serta buku atau cerita lisan apa yang benar-benar tersedia. Kemudian pilih ritme yang bisa dipertahankan: misalnya kakek atau nenek bercerita dalam bahasa ibu, orang tua membaca dalam bahasa Inggris, atau seluruh keluarga mengikuti bahasa dari siapa pun yang membaca pada malam itu. Paparan bahasa harian tidak perlu dibagi persis setengah-setengah.

CHSA, organisasi konsumen yang berafiliasi dengan ASHA, menjelaskan bahwa anak-anak mampu mempelajari lebih dari satu bahasa, dan mendorong keluarga untuk berbicara, bernyanyi, bermain, dan membaca dalam bahasa-bahasa yang mereka gunakan. Jumlah dan jenis paparan bahasa bisa berbeda-beda, sehingga anak mungkin tidak menggunakan setiap bahasa secara merata, dan bahasa yang paling kuat baginya bisa berubah tergantung konteks. Ini bukan berarti bahasa yang lain tiba-tiba menghilang.

Pilih gambar yang mendukung makna, dan cerita yang layak diulang

Untuk bahasa yang baru dipelajari, pilih gambar kejadian yang jelas, alur cerita yang terkelola, kata-kata yang berulang, dan topik yang sudah disukai anak. Cerita yang sudah akrab bisa dibaca dalam bahasa lain karena gambar dan ingatan alur ceritanya menjadi jembatan. Buku kosakata yang disusun berdasarkan kategori bukanlah satu-satunya titik awal.

Periksa kualitas bahasanya, terutama untuk terjemahan otomatis atau bahasa yang belum dikuasai betul oleh orang dewasa. Jika kalimat-kalimatnya terasa janggal, pilih sumber yang sudah ditinjau manusia, atau ceritakan sendiri dari gambar-gambarnya dalam bahasa yang Anda kuasai. Hoot Tales menandai status cadangan bahasa Inggris (English fallback) dan status peninjauan, agar draf terjemahan tidak ditampilkan seolah-olah sudah menjadi teks sumber yang disetujui redaksi.

  • Gambar yang jelas dan urutan yang mudah diikuti
  • Pengulangan yang didukung konteks
  • Isi cerita yang terkait dengan keluarga, budaya, atau minat anak
  • Bahasa yang sudah ditinjau dan benar-benar dipahami orang dewasa

Tiga cara membaca tanpa menerjemahkan setiap baris

Pertama, baca seluruh cerita dalam satu bahasa, lalu diskusikan singkat dalam bahasa yang lebih nyaman bagi anak. Kedua, dua orang dewasa bisa menceritakan cerita yang sama dalam bahasa berbeda pada hari yang berbeda. Ketiga, baca sebagian besar dalam satu bahasa dan tambahkan beberapa kata kunci dari bahasa lain, seperti nama tokoh atau frasa yang berulang. Tidak ada satu pola yang cocok untuk semua keluarga.

Jika anak menjawab dalam bahasa lain, terima dulu maknanya. Orang dewasa bisa mengembangkan gagasan itu dalam bahasa yang sedang dibacakan: anak berkata, "He's lost"; orang dewasa menjawab dalam bahasa Indonesia, "Ya, dia tidak bisa menemukan jalan pulang." Menuntut terjemahan atau pengulangan setiap kali anak merespons bisa menghentikan percakapan.

Jaga bahasa, hubungan, dan rasa percaya diri anak sekaligus

Biarkan anak memilih sendiri pada malam-malam tertentu, meskipun ia memilih bahasa yang lebih dikuasainya. Jaga agar bahasa-bahasa keluarga tetap hidup di luar buku, lewat lagu, resep masakan, cerita dari kerabat, atau tempat-tempat nyata. Tujuannya bukan kemajuan yang sama persis di setiap bahasa tiap bulannya, melainkan kesempatan yang berkelanjutan dan bermakna.

Untuk kekhawatiran soal bahasa, kumpulkan contoh dari semua bahasa yang didengar dan digunakan anak, lalu konsultasikan dengan ahli terapi wicara-bahasa yang berpengalaman dengan anak multibahasa. Kesulitan berbahasa yang sesungguhnya biasanya membutuhkan penilaian lintas bahasa; jangan disimpulkan hanya karena anak diam atau menggunakan lebih sedikit kata dalam bahasa yang baru dipelajarinya. Artikel ini tidak menggantikan penilaian profesional.

Cerita untuk menjelajahi lintas bahasa

Lanjutkan membaca

Sumber

  1. Learning More Than One LanguageCommunication Health Support Association (ASHA consumer affiliate)
  2. Literacy Promotion: An Essential Component of Primary Care Pediatric Practice: Technical ReportAmerican Academy of Pediatrics (2024)
  3. How to teach your child to love readingUNICEF Parenting