
Cerita asli
Lin dan Kuas Setengah Ajaib
⏱ 3–5 Min
Nuan suka bercerita dengan suara keras. Namun ketika sepupunya yang tunarungu, Baitong, berkunjung, Nuan berbicara terlalu cepat sehingga dia tidak bisa mengikutinya. Baitong tersenyum dan menandatangani Bahasa Isyarat Thailand, 'Mari kita belajar bersama secara perlahan.'
Baitong mengajarkan tanda-tanda sederhana seperti rumah, burung, dan teman, dengan ekspresi wajah dan ritme. Nuan tidak menciptakan isyarat. Dia meminta Baitong mengulanginya dan berlatih perlahan di depan cermin.
Saat latihan, Nuan memegang boneka di depan tangannya, menghalangi pandangan Baitong. Dia menurunkan bonekanya, menyalakan lampunya, dan menghadap penonton.
Mereka berbagi pekerjaan. Nuan menggerakkan boneka, Baitong menceritakan kisah dalam Bahasa Isyarat Thailand, dan gambar pemandangan berukuran besar menunjukkan tempat tersebut. Mereka berhenti sejenak agar penonton dapat menyaksikan kedua tangan dan bonekanya.
Dalam tayangan tersebut, anak-anak tuna rungu dan pendengaran tertawa bersama ketika burung tersebut bersin. Setelahnya, Nuan tidak menanyakan siapa yang mendengar apa. Dia bertanya, 'Bagian mana yang menjadi favorit semua orang?'
Komunikasi mempunyai banyak bentuk, dan mendengarkan dimulai dengan memperhatikan orang lain.
Nuan ingin bercerita dengan sepupunya yang tunarungu, Baitong, jadi dia dengan hormat mempelajari Bahasa Isyarat Thailand dan membantu merancang acara yang dapat diikuti semua orang.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda