Langkah ke konten
Hoot Tales

Tiga Warna di Kotak Makan Siang Hookhook

Untuk makan siang bersama, Ibu Burung Hantu mengemas tiga bola nasi: nasi melati putih, nasi ungu diwarnai kacang kupu-kupu dan jeruk nipis, dan nasi labu oranye. Hookhook mengetahui yang putih dan segera mendorong dua lainnya menjauh.

Induk Burung Hantu tidak memasukkan makanan ke dalam paruh Hookhook. Sebaliknya, mereka menjadi penjelajah. Hookhook melihat lebih dekat, menyentuhnya dengan ujung sayap, dan menciumnya. Ungu berbau seperti nasi biasa; jeruk memiliki rasa manis yang lembut.

Hookhook memilih menyentuhkan setitik nasi ungu ke lidah, lalu meneguk airnya. Sedikit rasa asam membuat bulunya mengembang, tapi tidak menakutkan. Nasi jeruk masuk ke bagian “mungkin lain kali”.

Jibjib menyukai warna oranye tetapi tidak menyukai ungu. Tidak ada teman yang menggoda satu sama lain. Hookhook mencoba gigitan ungu lainnya dengan mentimun yang sudah dikenalnya dan menemukan bahwa rasanya berpadu dengan baik.

Nasi jeruk tetap ada ketika kotaknya ditutup, dan itu bukan kegagalan. Hookhook menggambar labu di buku catatannya: “Hari ini saya melihat, menyentuh, dan mencium.” Lain kali mungkin adalah hari mencicipi—atau mungkin belum.

Mencoba sesuatu yang baru dapat terjadi dalam banyak langkah, dan mendengarkan tubuh kita lebih penting daripada dipaksa untuk menyelesaikannya.

Tentang kisah ini

Warna nasi yang baru membuat Hookhook tidak nyaman, namun langkah sensorik bebas tekanan membantu burung hantu kecil menemukan satu rasa yang pantas untuk dicoba lagi.

Tentang 3–5 Minit👧 Terbaik untuk usia 4–8📚 Cerita asli

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Adapabilitas & PertumbuhanKesehatan & Keselamatan
ditulis dan dikembalikan oleh
Kisah orisinal — tim Hoot Tales
Lisensi
Pekerjaan asli
Berkongsi cerita ini

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda