
Fabel AESOP
Anjing di Palungan
⏱ 2–4 Min
Seekor burung merak membentangkan ekornya yang berwarna pelangi di tengah hutan, memamerkannya. Semua burung mengaguminya, dan dia merasa sangat bangga pada dirinya sendiri.
Suatu hari, burung merak bertemu dengan seekor burung bangau berwarna abu-abu di tepi kolam. Dia tertawa dan berkata, "Bulumu sangat kusam! Tidak ada warna indah sepertiku."
Bangau itu tersenyum tenang dan menjawab, "Buluku mungkin tidak berwarna, tapi aku bisa terbang tinggi di antara awan dan bintang. Bisakah kamu terbang seperti itu?"
Burung merak mengepakkan sayapnya dan mencoba terbang, namun ekornya yang panjang dan indah terlalu berat untuk mengangkatnya sedikit pun. Sementara itu, burung bangau terbang dengan mudah ke angkasa.
Burung merak belajar bahwa kecantikan lahiriah tidak sepenting apa yang sebenarnya dapat Anda lakukan. Sejak saat itu, dia menjadi lebih rendah hati dan belajar mengagumi kelebihan orang lain juga.
Kecantikan luar tidak menentukan nilai sejati seseorang — kegunaan dan kemampuan jauh lebih penting. Jangan biarkan kesombongan terhadap apa yang kamu miliki membutakanmu terhadap kebaikan orang lain.
Burung merak bangga dengan bulunya yang berwarna-warni, namun burung bangau membuktikan bahwa kemampuan lebih penting daripada penampilan.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda