
Cerita asli
Tikus dan Payung Kecil
⏱ 2–4 Min
Di tepi danau hiduplah seekor flamingo dengan bulu berwarna merah muda paling terang di antara seluruh kawanannya. Semua orang mengagumi warnanya yang indah.
Suatu hari, seorang teman secara tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan semua makanannya. Dia menjadi sangat marah sehingga dia menolak untuk berbicara dengan temannya lagi.
Semakin lama dia menahan amarahnya, bulu merah jambu cerahnya semakin memudar menjadi abu-abu kusam. Kawanannya menjadi khawatir, bertanya-tanya apa yang terjadi padanya.
Burung hantu tua bijak yang tinggal di tepi danau memberitahunya, "Warna merah jambu seekor flamingo berasal dari kebahagiaan di hatinya. Jika kamu terus menahan amarah, warnamu tidak akan pernah kembali." Jadi dia memutuskan untuk menghampiri dan berbicara dengan temannya, dan memaafkan.
Saat dia memaafkan temannya dengan sepenuh hati, bulunya perlahan berubah menjadi merah muda cerah lagi. Ia belajar bahwa memaafkan selalu membuat hati terasa lebih ringan dan cemerlang.
Menahan amarah tanpa memaafkan akan menumpulkan hati, namun memaafkan selalu mengembalikan kecerahannya.
Seekor flamingo dengan bulu berwarna merah muda cemerlang menjadi sangat marah pada temannya hingga bulunya berubah menjadi abu-abu — dia harus belajar memaafkan agar warnanya kembali.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda