
Cerita asli
Satu Baris atau Banyak?
⏱ 3–5 Min
Suatu pagi di musim dingin, seorang gadis kecil menerima mantel musim dingin baru berwarna merah cerah sebagai hadiah. Dia begitu gembira sehingga dia segera memakainya, memutar-mutarnya di depan cermin berulang kali untuk mengagumi betapa hangat dan nyaman rasanya.
Mengenakan mantel barunya, dia berjalan ke sekolah melalui jalan yang tertutup salju. Di tengah perjalanan, dia melihat seekor anak kucing kecil yang tersesat meringkuk dan menggigil di bawah bangku, tidak ada apa pun yang bisa melindunginya dari hawa dingin.
Gadis itu membeku sesaat, terkoyak di dalam. Dia menyukai mantel barunya dan tidak ingin mantelnya kotor atau rusak. Namun setiap kali dia melihat anak kucing kecil yang menggigil itu, hatinya semakin sakit karena simpati.
Akhirnya, gadis itu mengambil keputusan. Dia melepas mantel kesayangannya dan dengan lembut membungkusnya di sekitar anak kucing kecil itu. Anak kucing itu berhenti gemetar dan bersandar dengan nyaman di lipatan kain yang hangat.
Dia berjalan sepanjang perjalanan ke sekolah dengan menggigil kedinginan, namun anehnya hatinya terasa hangat. Ketika dia sampai di rumah dan menjelaskan mengapa bulunya hilang, keluarganya sangat bangga padanya sehingga mereka menemukan selimut lembut untuk anak kucing itu — dan juga mantel baru untuknya.
Kebaikan yang dibagikan kepada orang lain selalu lebih berharga daripada hal terindah yang kita miliki.
Seorang gadis menerima mantel musim dingin baru yang cantik sebagai hadiah, tetapi ketika dia bertemu dengan anak kucing liar yang menggigil di salju, dia harus memilih antara kecintaannya pada mantel barunya dan kebaikan hatinya.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda