
Cerita asli
Peta Suara Malam Hookhook
⏱ 3–5 Min
Ketika hujan pertama musim hujan turun di kolam besar itu, setiap katak di sana dengan gembira bernyanyi bersama menyambutnya, tulang rusuk mereka bergema riang melintasi ladang sepanjang malam.
Seekor katak kecil berwarna hijau limau sangat ingin ikut bernyanyi bersama teman-temannya, namun suaranya anehnya bernada tinggi dibandingkan dengan suara parau katak lainnya. Dia tidak pernah berani membuka mulut untuk bernyanyi, malah bersembunyi di bawah daun teratai.
Suatu malam hujan turun sangat deras, dan paduan suara katak mulai terdengar datar dan tidak bernyawa. Katak kecil itu mengintip ke luar, memperhatikan teman-temannya bernyanyi, sangat ingin bergabung dengan mereka.
Seekor katak tua yang duduk di atas daun teratai besar memperhatikan katak kecil itu bersembunyi dan berseru dengan hangat, "Cobalah menyanyikan suaramu sendiri — jangan takut, suaramu juga penting." Katak kecil itu mengumpulkan keberaniannya dan mengeluarkan suaranya yang bernada tinggi untuk pertama kalinya.
Suara tinggi katak kecil yang jernih berpadu sempurna dengan suara serak katak lainnya, membuat nyanyian hujan malam itu lebih indah dari sebelumnya. Katak kecil itu tersenyum bangga, dan bergabung dengan orkestra katak setiap malam sejak saat itu.
Berani menjadi diri sendiri, meski berbeda dari orang lain, bisa membuat segalanya lebih indah.
Ketika musim hujan pertama tiba, seekor katak kecil yang tidak pernah berani bernyanyi bersama teman-temannya akhirnya mengumpulkan keberanian untuk menyanyikan lagunya sendiri untuk pertama kalinya — dan menyadari bahwa suaranya yang berbeda membuat orkestra katak terdengar semakin indah.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda