
Cerita asli
Peta Suara Malam Hookhook
⏱ 3–5 Min
Sekolah Rim Dao sedang menanam pohon di pagi hari. Hookhook memasang jam yang menyala di samping tempat tidur dan bangun lebih awal dari biasanya. Mata ngantuk atau tidak, burung hantu kecil itu ingin menggali bersama Jibjib dan yang lainnya.
Segera sinar matahari menjadi terang dan suara terdengar di sekitar halaman. Hookhook terus mendorong, menyendok tanah ke dalam nampan yang salah, dan hampir menabrak kaleng penyiram. Karena frustrasi, burung hantu kecil itu mundur ke bawah atap.
Guru Sailom tidak mengatakan untuk menanggungnya begitu saja. Guru bertanya apa yang mungkin bisa membantu. Hookhook memilih topi bertepi lebar, sudut istirahat redup, dan kartu bergambar bulan untuk meminta istirahat tanpa berteriak.
Hookhook kembali ke taman dalam waktu singkat. Saat lelah, kartu bulan menandakan istirahat di samping Tuam yang perjalanan jauhnya juga melelahkan. Jibjib membawa tanah sementara mata Hookhook yang tajam melihat batu-batu kecil di dalam lubang.
Menjelang tengah hari, pohon baru itu sudah berdiri tegak. Sudut istirahat bukan hanya untuk Hookhook; beberapa teman sekelas menggunakannya saat matahari terasa terik atau mereka butuh ketenangan. Berbicara telah membuat seluruh kelas lebih nyaman.
Meminta apa yang bisa membantu kita belajar bukanlah hal yang tidak adil, dan pilihan yang bijaksana mungkin bisa membantu orang lain juga.
Hookhook bersemangat untuk aktivitas sekolah pagi hari, tetapi siang hari dan kebisingan lebih melelahkan dari yang diperkirakan. Burung hantu kecil membantu membuat rencana istirahat yang dapat digunakan siapa saja.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda