Siang dan Genderang Panjang

Pameran komunitas akan segera hadir. Siang hari menyaksikan anak-anak yang lebih besar berlatih genderang panjang di halaman kuil. Dia ingin berbaris bersama mereka, meskipun dia belum pernah memegang drum.

Guru musik memberi Noon sebuah drum kecil. Dia bermain terlalu keras dan terlalu cepat, membuat suaranya mengikuti ritme orang lain. Siang hari tersipu dan meletakkan tongkatnya.

Guru memintanya untuk mendengarkan kaki para peserta pawai. "Sebuah parade tidak membutuhkan genderang yang paling keras. Yang dibutuhkan adalah genderang yang berjalan bersama-sama." Noon mengetukkan tangannya dengan lembut pada langkah-langkahnya.

Setiap malam, Noon berlatih sedikit. Satu, dua, satu, dua—lalu dia bermain. Ketika seorang teman melewatkan satu irama, Noon berhenti dan mulai menghitung lagi bersama-sama.

Pada hari raya, Siang hari berbaris di tengah parade genderang panjang. Drumnya cocok dengan langkah kaki dan musik teman-temannya. Orang-orang bertepuk tangan, dan Noon tersenyum. Dia bukan yang paling keras, tapi dia adalah bagian dari lagunya.
Moral dari cerita
Latihan dan mendengarkan yang cermat membantu kita menemukan ritme kita sendiri.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



