Mudskipper dan Garis Pasang Surut

Jiw si mudskipper suka melompat-lompat melintasi lumpur di samping hutan bakau. Terkadang kolamnya penuh; terkadang air surut jauh. Dia ingin tahu kapan itu akan kembali.

Pada hari pertama, Jiw menggambar garis di lumpur, namun air menghapusnya. Seekor kepiting biola menyarankan untuk menempatkan ranting-ranting kecil di atas tanda air tanpa menghalangi liang siapa pun.

Jiw mengatur ranting pada tiga tingkat dan mengamati bulan. Pagi pertama air mencapai ranting yang rendah, berikutnya di tengah, dan kemudian hampir sampai ke ranting yang tinggi. Dia menggambar tiga lingkaran pada sepotong kulit kayu yang mengambang.

Suatu hari yang berangin, air naik lebih tinggi dari yang diperkirakan. Jiw paham bahwa garis-garis itu menunjukkan suatu pola, bukan janji. Sebelum mencari makan, ia memeriksa ranting, angin, awan, dan arus bersama-sama.

Ketika para pemain muda bertanya apakah air pasang akan datang, Jiw tidak menjawab terlalu cepat. Dia mengundang semua orang untuk memeriksa petunjuknya, lalu membawa mereka kembali ke kolam tepat saat air naik.
Moral dari cerita
Alam perlahan-lahan mengungkapkan polanya kepada para pengamat yang sabar.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



