Langkah ke konten
Hoot Tales

Tetesan Air di Daun Talas

Setelah hujan, Tuam melihat tetesan-tetesan bulat bergulung-guling di atas daun talas, sementara air mengaburkan kertas bergambar di dekatnya. Hookhook meminta izin kepada penjaga taman untuk mengamati tanpa memetik daun apa pun.

Penjaga menaruh tetes-tetes yang sama pada daun talas, daun pisang, kain, dan kertas yang disusun di atas nampan. Taro memegang manik yang paling bulat; kertas menyerap air dengan cepat. Teman-temannya merekam lingkaran tanpa menyentuh atau mencicipi daun.

Di bawah kaca pembesar, permukaan talas tampak bertekstur halus dan terlapisi secara alami, sehingga air lebih sedikit menyentuh permukaan dan berkumpul menjadi butiran. Guru Sailom mencatat bahwa daun yang berbeda berperilaku berbeda; tidak semua daun menolak air.

Mereka tidak menggosok bahan dari daunnya. Sebagai gantinya, mereka membuat dua tanda bergambar: kertas kosong dan kertas bersampul bening yang dapat digunakan kembali. Tetesan yang sama membuat gambar di bagian lengan terlihat jelas dan dapat digulung dengan mudah.

Taman menggunakan tanda bergambar berlengan pada hari hujan dan menggunakannya kembali. Setiap daun talas tetap utuh. Pembelajarannya tidak hanya pada tetesan saja, tetapi mengamati alam dan merancang secara bertanggung jawab.

Alam dapat mengajarkan desain ketika kita mengamati dengan hati-hati, menguji secara adil, dan menghindari kerusakan pada apa yang kita pelajari.

Tentang kisah ini

Butir-butir air di daun talas namun menyebar di atas kertas, maka Hookhook dan Tuam membandingkan permukaan dan menggunakan ide tersebut untuk membuat tanda sederhana tahan hujan.

Tentang 3–5 Minit👧 Terbaik untuk usia 4–8📚 Cerita asli

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Alam & LingkunganPengamatan & Sains
ditulis dan dikembalikan oleh
Kisah orisinal — tim Hoot Tales
Lisensi
Pekerjaan asli
Berkongsi cerita ini

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda