Nok dan Taman Bulan-Ngengat

Setiap sore, bunga bulan putih di belakang rumah Nok mekar dengan wangi yang harum. Namun malam ini tidak ada serangga yang berkunjung. Seekor ngengat berwarna coklat pucat hanya mengitari cahaya jendela yang terang berulang kali.

Nok dan Nenek mengawasi dari beranda tanpa menyentuhnya. Nenek mematikan lampu yang tidak dibutuhkan dan meninggalkan satu lampu jalan berwarna kuning tua. Tak lama kemudian, ngengat itu terbang menjauh dari jendela.

Ia hinggap di sekuntum bunga dan meraih nektar dengan mulutnya yang panjang. Serbuk sari ikut terbawa hingga mekar berikutnya. Nok menggambar bulan, bunga, dan jalur penerbangan di buku catatannya tanpa menggunakan flash.

Keesokan harinya, Nok membuat perisai sehingga lampu kuning itu menyinari jalan setapak, bukan ke langit. Dia dan Nenek mematikan lampu setelah semua orang masuk dan menjaga satu sudut bunga tetap gelap dengan damai.

Malam berikutnya, beberapa ngengat berkunjung satu demi satu tanpa mengitari jendela. Nok memperhatikan dengan tenang dan menamai sudut itu sebagai Taman Bulan, tempat manusia dan serangga dapat menemukan jalannya masing-masing.
Moral dari cerita
Peduli terhadap alam dimulai dengan mengamati dan melakukan perubahan kecil tanpa mengganggu kehidupan orang lain.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



