Tee dan Jendela yang Bisa Dilihat Burung

Suatu pagi, Tee mendengar suara gedebuk pelan di jendela kelas. Seekor burung matahari kecil telah melewati kaca dan mendarat dengan gemetar di dahan. Tee memperhatikan bahwa pepohonan yang terpantul di jendela tampak seperti langit terbuka.

Tee mencoba menempatkan satu bentuk burung besar di tengah panel, namun burung masih terbang menuju ruang kosong yang luas. Gurunya bertanya, 'Bagaimana mereka bisa melihat keseluruhan jendela, bukan hanya satu titik saja?'

Tee memotong titik-titik kecil dari kertas berwarna dan meletakkannya di bagian luar kaca, tidak lebih jauh dari telapak tangannya. Dia meninggalkan ruangan untuk melihat taman dan dengan cermat menghitung setiap baris.

Keesokan harinya, Tee menonton dengan gambar grafik. Seekor burung madu mendekat, mengepakkan sayapnya, dan berbalik ke arah semak ixora. Tidak ada bunyi gedebuk sama sekali.

Teman-teman sekelasnya membantu menandai jendela-jendela lainnya. Sekolah masih dapat melihat tamannya yang indah, dan burung dapat melihat jalan yang aman. Tee menyebutnya 'jendela yang menyapa sebelum burung mendekat.'
Moral dari cerita
Pengamatan yang cermat dapat membantu kita hidup lebih aman bersama satwa liar.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



