Pim dan Warna Hari Hujan

Pim telah mengemas topi kuning dan teropong mainannya untuk jalan-jalan ke taman bersama temannya. Kemudian rintik-rintik hujan mulai mengetuk jendela, dan Ibu berkata mereka tidak bisa keluar hari ini.

Pim mendorong topinya ke atas meja dan terdiam. Temannya, Khim, menelepon untuk menyarankan menggambar, tetapi Pim hanya berkata, “Saya tidak ingin melakukan apa pun,” dan mengakhiri panggilan.

Ibu meletakkan tiga lembar kertas di samping Pim dan bertanya apa warna hatinya hari ini. Pim mengecat lembaran pertama dengan warna abu-abu. “Saya kecewa,” katanya. Lalu dia melukis dengan warna biru. “Dan kesepian.”

Pim menelepon Khim kembali dan menceritakan perasaannya. Khim tidak tertawa. Dia bilang dia juga merasa kecewa. Jadi mereka berencana menggambar taman impian mereka dari kedua sisi layar.

Saat hujan reda, Pim meletakkan foto abu-abu, foto biru, dan gambar taman warna-warni secara berurutan. Hari hujan, menurutnya, tidak hanya memiliki satu warna. Besok, dia dan Khim masih bisa mengunjungi taman bersama.
Moral dari cerita
Setiap perasaan dapat memberi tahu kita apa yang kita butuhkan, dan mengatakannya membantu teman untuk memahaminya.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



