Seluruh Rumah Mengucapkan Selamat Malam

Daw menjatuhkan balok terakhir ke dalam keranjang—ketuk, selipkan! Ibu melipat matras bermain hingga rata. Ruang bermainnya jelas. Bersama-sama mereka bernyanyi, "Rumah kecilku sayang, hari sudah selesai. / Hum, hush, click—rest, semuanya. / Selamat malam. Tidur nyenyak sampai matahari pagi."

Di dapur, Daw meletakkan cangkir secara terbalik di atas kain—denting! Ibu mematikan keran dengan kuat. Kulkas berdengung pelan. Bersama-sama mereka bernyanyi, "Rumah kecilku sayang, hari sudah selesai. / Hum, hush, click—rest, semuanya. / Selamat malam. Tidur nyenyak sampai matahari pagi."

Di tempat cuci tangan, Daw memasukkan sikat gigi ke dalam cangkirnya. Ibu menggantungkan handuk kecil—desir, desir! Tetesan terakhir jatuh ke saluran pembuangan. Bersama-sama mereka bernyanyi, "Rumah kecilku sayang, hari sudah selesai. / Hum, hush, click—rest, semuanya. / Selamat malam. Tidur nyenyak sampai matahari pagi."

Daw menarik tirai perlahan—diam. Ibu memeriksa baut pintu dan mematikan lampu yang tidak terpakai—klik! Masih ada satu lampu lorong rendah. Bersama-sama mereka bernyanyi, "Rumah kecilku sayang, hari sudah selesai. / Hum, hush, click—rest, semuanya. / Selamat malam. Tidur nyenyak sampai matahari pagi."

Daw bersembunyi di balik selimut. Ibu mencium kening kecil itu dan duduk di dekatnya. Ketuk, denting, bersenandung, diam, klik—seluruh rumah menjadi lembut. Daw berbisik, “Rumah kecilku sayang, hari ini sudah selesai.” Seluruh rumah menjawab, "Selamat malam. Tidur nyenyak sampai matahari pagi."
Moral dari cerita
Rutinitas kecil yang dilakukan bersama membantu rumah dan tubuh bersiap untuk beristirahat. Anak-anak dapat membantu melakukan tugas sesuai usianya sementara orang dewasa menangani air, lampu, dan pintu dengan aman.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



