
Fabel AESOP
Dua Kambing di Jembatan
⏱ 3–5 Min
Di sebuah rumah yang nyaman di tepi padang rumput yang luas, tinggallah tiga bersaudara yang hampir setiap hari bertengkar — soal mainan, soal kursi, soal apa pun — sampai ayah mereka hampir tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Suatu hari, sang ayah berjalan ke kebun dan mengumpulkan batang-batang kering, mengikatnya menjadi satu ikatan yang besar dan rapat. Kemudian dia memanggil ketiga anaknya untuk duduk melingkar mengelilinginya.
Dia menyerahkan bungkusan itu kepada setiap anak dan meminta mereka mencoba memecahkannya. Masing-masing dari mereka mendorong dan memutar dengan seluruh kekuatan mereka, tapi tidak ada yang bisa mematahkan bungkusan itu sama sekali.
Kemudian sang ayah melepaskan ikatan talinya dan memisahkan bungkusan itu menjadi satu batang, lalu memberikan satu batang kepada setiap anak untuk dicoba lagi. Kali ini, setiap batang mudah patah dengan retakan yang cepat dan memuaskan.
Sang ayah tersenyum dan berkata, "Kamu lihat, anak-anak? Bersama-sama seperti bungkusan ini, tidak ada yang bisa menghancurkan kita. Tapi jika kita berpisah, kita lemah seperti sebatang tongkat." Sejak saat itu, kakak beradik ini berhenti bertengkar dan selalu membantu satu sama lain.
Saat saudara laki-laki, perempuan, atau teman bekerja sama, mereka selalu lebih kuat dibandingkan saat masing-masing berdiri sendiri.
Tiga bersaudara terus-menerus bertengkar, sampai ayah mereka memberi mereka pelajaran lembut dengan seikat tongkat, menunjukkan bahwa bekerja sama membuat mereka lebih kuat daripada berdiri terpisah.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda