
Cerita asli
Lin dan Kuas Setengah Ajaib
⏱ 3–5 Min
Seekor burung gagak muda suka mengoleksi benda-benda berkilau di atas segalanya. Tutup botol emas, selembar kertas timah berkilauan, kancing berkilauan — dia membawa masing-masing botol itu kembali ke sarangnya setiap hari, dan tumpukan itu semakin lama semakin tinggi, membuatnya merasa bangga.
Sarang gagak muda tumbuh begitu penuh dengan harta karun sehingga dahannya mulai bengkok. Teman-teman burungnya memperingatkannya bahwa itu terlalu berbahaya, tapi dia tidak mau mendengarkan. Dia terbang semakin jauh setiap hari mengejar benda-benda baru yang berkilau, sampai dia tidak punya waktu lagi untuk bermain dengan teman-temannya sama sekali.
Suatu hari angin kencang bertiup, dan dahan yang telah lama menahan sarang berat itu akhirnya patah. Semua harta karun berkilau itu berjatuhan, berserakan di tanah di bawah. Gagak muda berteriak kaget, menyaksikan seluruh hartanya lenyap di depan matanya.
Seorang sahabat burung gereja terbang mendekat untuk menghiburnya dan mempersembahkan sebuah kerikil halus berkilauan yang dia temukan, yang diberikan dengan cinta. Gagak muda itu memegang kerikil kecil itu erat-erat dan merasa kerikil itu lebih berarti baginya daripada seluruh tumpukan hartanya yang hilang.
Gagak muda membangun sarang baru dan hanya menyimpan beberapa barang favorit yang benar-benar berarti baginya. Sarangnya kini cukup ringan sehingga dia bisa terbang dan bermain dengan teman-temannya setiap hari. Dia tersenyum, lebih bahagia dari sebelumnya.
Kebahagiaan bukan tentang memiliki yang terbaik, tapi tentang mengetahui kapan Anda memiliki cukup dan menghargai apa yang benar-benar penting.
Seekor burung gagak muda menimbun setiap benda berkilau yang ia temukan hingga sarangnya meluap dan dahannya patah. Ketika semuanya runtuh, dia belajar bahwa satu hadiah yang berarti lebih berharga daripada segunung harta yang tidak pernah terasa cukup.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda