Langkah ke konten
Hoot Tales

Badai Sayap Halus Hookhook

Hookhook dan Jibjib membangun menara dari daun pisang kering dan biji polong. Saat bintang daun mencapai puncak, Jibjib secara tidak sengaja menabrak dasarnya. Menara itu runtuh di depan mata Hookhook.

Dada Hookhook terasa panas, bulunya menggembung, dan sayapnya mengepak kencang. Badai bersayap halus menghempaskan kepingan-kepingan itu semakin jauh. Jibjib diam-diam melangkah mundur, sementara halaman yang berantakan membuat Hookhook semakin marah.

Kincir kertas berputar dengan liar, menunjukkan bahwa sayap tersebut belum siap untuk dibangun kembali. Hookhook melipat kedua sayapnya rapat-rapat, menekan kakinya ke tanah, dan berkata, “Saya marah karena menara ini penting bagi saya.” Kincirnya melambat.

Hookhook memberi tahu Jibjib, “Saya minta maaf karena telah menyebarkan semuanya,” dan bertanya bagaimana mereka dapat melanjutkan. Jibjib menyarankan basis yang lebih luas. Mereka mengumpulkan dedaunan dari sisi berlawanan dan meninggalkan celah agar angin bisa lewat.

Menara baru itu lebih pendek tetapi lebih kokoh, dan bintang daun kembali ke puncak. Hookhook masih ingat kecelakaan itu, tapi kemarahan tidak harus selalu menimbulkan badai. Sekarang ada cara untuk berhenti sejenak sebelum sayapnya mengepak.

Kemarahan memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang penting, namun kita masih bisa memilih cara merawat diri sendiri dan memperbaiki apa yang terjadi.

Tentang kisah ini

Saat menara daun tumbang, kepakan sayap Hookhook yang marah menyebarkan pecahannya lebih jauh lagi. Burung hantu kecil belajar berhenti sejenak, menyebutkan perasaannya, dan memperbaiki situasi bersama temannya.

Tentang 3–5 Minit👧 Terbaik untuk usia 4–8📚 Cerita asli

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Kemampuan emosionalKreativitas & Seni
ditulis dan dikembalikan oleh
Kisah orisinal — tim Hoot Tales
Lisensi
Pekerjaan asli
Berkongsi cerita ini

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda