
Cerita asli
Kemana Perginya Krathong Hookhook?
⏱ 3–5 Min
Di suatu pagi yang panas, Maya membiarkan keran tetap menyala sambil menggosok gigi. Air memercik sampai Kakek menunjukkan toples hujan kepadanya, dengan hanya tersisa sedikit air di dasarnya.
Maya menggambar tiga tetes air di papan kecil. Yang pertama mengingatkannya untuk mematikan keran saat menyikat gigi. Yang kedua mengingatkannya untuk menampung air cucian sayuran di baskom.
Tetesan ketiga membuat Maya dan Kakek menyiram kemangi dengan air bilasan yang disimpan, bukan dengan air bersih. Tanah menjadi cukup lembab, dan seekor kupu-kupu masih mengunjungi bunganya.
Awan berkumpul sore itu. Maya membantu Kakek mengarahkan hujan bersih dari atap ke dalam toples. Ketika mandi selesai, mereka menutupinya untuk mencegah dedaunan dan nyamuk.
Menjelang sore, toples tersebut menampung lebih banyak air dan keluarga tersebut hanya menggunakan apa yang mereka butuhkan. Maya menggantungkan tanda tiga tetesnya di samping keran, karena banyak kebiasaan kecil yang bisa menambah banyak air.
Setiap tetes penting, dan setiap orang dapat menghemat air melalui pilihan kecil sehari-hari.
Ketika toples hujan hampir habis, Maya menyadari bahwa tiga perubahan kecil dalam kebiasaan dapat menghemat cukup air untuk rumah dan tamannya.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda