Anak Baru di Sekolah

Hari ini adalah hari pertama Fern di sekolah barunya. Dia berjalan ke ruang kelas dengan jantung berdebar kencang, melihat sekeliling tetapi tidak mengenali satu wajah pun. Dengan tenang, Fern duduk di meja kosong, merasa kecil dan sendirian dikelilingi ruangan yang penuh dengan teman sekelas baru.

Selama kelas, Fern memperhatikan teman-teman sekelasnya berbisik dan tertawa bersama seperti teman lama. Dia memandang dengan tenang, terlalu malu untuk ikut bergabung. Ketika waktu makan siang tiba, Fern duduk sendirian di sudut taman bermain, memperhatikan anak-anak lain bermain dan tertawa gembira dari kejauhan.

Toon, yang sedang bermain di dekatnya dengan teman-temannya, melihat Fern duduk sendirian. Dia berjalan mendekat dengan sekotak krayon di tangannya dan bertanya sambil tersenyum, "Siapa namamu? Mau lompat tali bersama kami? Kami juga punya banyak krayon tambahan, kalau kamu lebih suka menggambar bersama kami."

Fern tersenyum malu-malu dan mengangguk ya. Dia bergabung dengan Toon dan teman-temannya untuk lompat tali, dan kemudian mereka mewarnai gambar bersama selama waktu seni. Tawa Fern semakin keras, dan sedikit demi sedikit, rasa takut di hatinya pun sirna.

Saat sekolah usai, Fern keluar bersama Toon, mengobrol penuh semangat tentang apa yang akan mereka mainkan bersama besok. Ketika dia melihat ibunya menunggu untuk menjemputnya, Fern berlari menghampiri sambil tersenyum lebar, menceritakan semua tentang teman baru pertama yang dia dapatkan hari itu — dan bagaimana, untuk pertama kalinya, dia merasa menjadi miliknya.
Moral dari cerita
Terkadang, satu langkah kecil saja — seperti mengajak seseorang bermain — sudah cukup untuk membuat seseorang merasa menjadi bagiannya.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



