
Fabel AESOP
Anak Laki-Laki yang Menangis Serigala
⏱ 3–6 Min
Serigala sudah lama lapar. Sambil mengintip ke arah kawanan domba yang sedang merumput dengan damai di ladang terdekat, ia berpikir, “Jika saya masuk seperti ini, saya akan segera ditangkap. Saya perlu rencana lain.”
Ia menemukan kulit domba tergeletak di dekat pagar dan membungkus dirinya dari kepala hingga ekor. Kemudian ia merayap perlahan dan hati-hati ke dalam kawanan, bergoyang untuk berbaur seperti salah satu domba.
Domba-domba lain tidak memperhatikan apa pun, tetapi anjing gembala yang mengawasi kawanan domba dari kejauhan merasakan sesuatu yang aneh — domba baru ini berjalan dengan kikuk dan tidak berbau seperti domba lainnya.
Anjing gembala itu merayap mendekat untuk melihat lebih baik dan melihat kaki abu-abu gelap serta mata tajam yang mengintip dari balik penyamaran berbulu itu. Ia langsung menggonggong dengan keras untuk memperingatkan seluruh kawanan.
Karena terkejut, serigala itu mengibaskan kulit dombanya dan berlari keluar lapangan secepat mungkin. Setiap domba aman, dan sejak hari itu, anjing gembala mengawasi kawanan dombanya dengan lebih cermat dari sebelumnya.
Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri Anda untuk menipu orang lain tidak akan pernah berhasil selamanya — hanya kejujuran yang membuat kita benar-benar percaya satu sama lain.
Serigala menyamar dalam kulit domba untuk menyelinap ke dalam kawanan, tetapi anjing gembala bermata tajam menyadari ada yang tidak beres dan menangkap tipuannya sebelum ada yang terluka.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda