
Fabel AESOP
Serigala Berbulu Domba
⏱ 3–5 Min
Seorang anak gembala menjaga kawanan domba desanya di lereng bukit setiap hari. Kadang-kadang dia merasa sangat kesepian dan bosan, tanpa melakukan apa pun.
Suatu hari, hanya untuk bersenang-senang, dia berteriak sekuat tenaga, "Serigala! Serigala!" Penduduk desa mendengarnya dan bergegas ke atas bukit untuk membantu – tetapi ketika mereka tiba, tidak ada serigala sama sekali yang terlihat. Anak laki-laki itu tertawa, senang melihat betapa baiknya dia berhasil membodohi mereka.
Beberapa hari kemudian, dia memainkan trik yang sama lagi hanya untuk bersenang-senang. Penduduk desa datang berlari sekali lagi, namun tidak menemukan serigala lagi. Kali ini mereka menjadi kesal dan memperingatkan anak itu agar tidak berbohong seperti itu lagi.
Suatu hari, seekor serigala sungguhan muncul. Karena ketakutan, anak laki-laki itu berteriak sekuat tenaga, "Kali ini benar-benar ada serigala! Tolong!" Namun setelah ditipu dua kali, tidak ada penduduk desa yang mempercayainya – mereka mengira dia berbohong lagi, jadi tidak ada yang datang membantu sama sekali.
Serigala mengejar kawanannya, membuat domba-dombanya berhamburan ketakutan ke seluruh hutan. Anak laki-laki itu menghabiskan sisa hari itu, sampai gelap, kelelahan karena mencari semua dombanya. Dia merasa sangat menyesal, dan mengetahui bahwa berbohong - bahkan hanya untuk bersenang-senang - membuat orang lain berhenti mempercayai kita pada saat kita benar-benar membutuhkan bantuan mereka.
Berbohong - bahkan hanya untuk bersenang-senang - membuat orang lain berhenti mempercayai kita pada saat kita benar-benar membutuhkan bantuan mereka. Hanya kejujuran yang menghasilkan kepercayaan yang bertahan lama.
Seorang anak gembala bersenang-senang menipu penduduk desa agar mengira serigala telah datang, lagi dan lagi — sampai suatu hari serigala sungguhan benar-benar muncul, dan tidak ada yang mempercayainya lagi.
Parents' guide
Children ready to distinguish jokes, requests for attention, and emergencies. Practice direct ways to ask for connection and concrete ways to rebuild trust.
The shepherd gives false wolf alarms until nobody responds to a real wolf; some versions harm the sheep. A child may fear being abandoned after making a mistake.
Materials: 3 pieces of paper, pencil
Even after a false statement, adults must still check danger and protect a child. Never use the tale to threaten that nobody will help next time.
Name the behavior—“that warning was not true”—instead of defining the child as a liar, then agree on repair steps.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda