
Fabel AESOP
Penggiling, Putranya, dan Keledai
⏱ 2–5 Min
Di sebuah rumah tua yang nyaman tinggallah sebuah keluarga besar tikus. Namun setiap malam mereka gemetar ketakutan, karena seekor kucing licik suka menyelinap diam-diam dan mencoba menangkap mereka. Tidak ada yang tahu kapan kucing itu akan muncul.
Suatu malam, para tikus mengadakan pertemuan di liang rahasia mereka di bawah papan lantai, bertekad menemukan cara untuk memecahkan masalah kucing yang menyusahkan itu untuk selamanya. Setiap tikus dengan penuh semangat memberikan ide.
Seekor tikus muda melompat kegirangan dan berkata, "Aku punya ide cemerlang! Mari kita ikatkan lonceng di leher kucing itu! Lalu setiap kali kucing itu mendekat, lonceng itu akan berbunyi dan memperingatkan kita agar kita dapat melarikan diri tepat pada waktunya!" Semua tikus bertepuk tangan dan bersorak keras tanda setuju.
Semua orang tersenyum, yakin masalah mereka akhirnya terpecahkan. Namun pada saat itu, seekor tikus abu-abu tua yang bijaksana mengangkat salah satu kakinya dan bertanya dengan lembut, "Itu benar-benar ide yang bagus. Tapi katakan padaku - siapa di antara kita yang akan pergi dan mengikatkan lonceng ke leher kucing itu?"
Tiba-tiba ruangan itu menjadi sunyi senyap. Tidak ada seekor tikus pun yang mengajukan diri. Maka para tikus belajar bahwa sebuah rencana cerdas juga membutuhkan seseorang yang cukup berani untuk melaksanakannya sebelum rencana tersebut benar-benar dapat menyelesaikan apa pun.
Ide yang bagus juga memerlukan keberanian seseorang untuk melaksanakannya, bukan sekadar membicarakannya.
Sekelompok tikus bertemu untuk memecahkan masalah kucing mereka. Seekor tikus muda yang pandai menyarankan untuk mengikatkan lonceng di leher kucing tersebut - namun tidak ada seorang pun yang berani menjadi orang yang benar-benar mengikatnya.
Parents' guide
Children who enjoy brainstorming, planning, or group projects. Separate an appealing idea from a safe plan with clear responsibility.
The mice fear a cat and propose that one mouse tie a bell to it. The task is dangerous and nobody volunteers. Refusing unsafe work is not cowardice.
Materials: 4 pieces of paper, pencil
A child should not be pressured to volunteer in order to prove bravery, especially for work that belongs to an adult or trained professional.
Do not mock the mice for talking without acting. Finding a flaw before action is valuable planning work.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda