
Fabel AESOP
Semut dan Belalang
⏱ 2–4 Min
Pada suatu hari yang panas dan kering, seekor burung gagak yang sangat kehausan mencari air dalam waktu yang lama. Akhirnya, ia melihat sebuah kendi duduk di bawah pohon.
Senang sekali, burung gagak itu segera terbang turun. Namun air di dalamnya terlalu jauh ke bawah, dan paruhnya terlalu pendek untuk menjangkaunya, tidak peduli seberapa kerasnya ia berusaha.
Burung gagak mencoba banyak hal. Ia mencoba mendorong kendi itu, tapi terlalu berat. Ia hampir menyerah dan terbang menjauh.
Tiba-tiba, burung gagak melihat kerikil kecil berserakan di dekatnya. Idenya adalah: jatuhkan kerikil ke dalam kendi satu per satu, sehingga air akan naik perlahan.
Burung gagak terus menjatuhkan kerikil hingga akhirnya air naik cukup tinggi untuk dijangkau. Akhirnya, ia meminumnya sampai kenyang, berkat kesabaran dan pemikiran cerdasnya.
Ketekunan dan pemikiran yang cerdas akan selalu membawa jalan ke depan.
Seekor burung gagak yang kehausan dengan cerdik menjatuhkan kerikil ke dalam kendi satu demi satu hingga air naik cukup tinggi untuk diminum.
Parents' guide
Children who enjoy experiments, cause and effect, or finding several possible solutions. Use it to practice pausing before acting without expecting one correct answer.
The thirsty crow nearly gives up, but the story ends safely. For the activity, use an unbreakable container with adult supervision and keep small objects away from mouths.
Materials: clear plastic cup, water, ice cubes or clean spoons
A child may think the pebbles create more water. Explain simply that they take up space and push the water level higher.
Do not reveal the crow's method immediately. Let ideas that will not work stay in the conversation; comparing reasons is part of experimenting.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda