Niran dan Kolam Teratai

Usai hujan, Niran berjalan menuju kolam teratai di ujung jalan setapaknya. Bunga teratai merah muda mekar di bawah cahaya pagi, dan dia mengira ibunya akan menyukainya di rumah.

Niran mengulurkan tangan ke arah batang teratai, lalu mendengar suara percikan kecil di bawah daun. Kecebong kecil sedang berenang di bawah naungannya. Dia berhenti dan duduk dengan tenang untuk menonton.

Paman Phot, yang merawat kolam, menjelaskan bahwa tanaman teratai menjadi tempat berlindung bagi serangga dan menaungi hewan air. Niran bertanya bagaimana ia bisa membuat hadiah untuk ibunya tanpa memetik bunganya.

Paman Phot memberinya jaring. Niran dengan hati-hati mengumpulkan kantong plastik yang mengapung tanpa menyentuh tanaman teratai, lalu menggambar bunga itu persis seperti yang dia amati.

Malam itu, Niran memberikan gambarnya kepada ibunya. Dia meletakkannya di dekat jendela dan mengatakan itu indah karena membantu rumah mereka mengingat kolam hidup. Niran berjanji akan membantu merawatnya.
Moral dari cerita
Mencintai alam dimulai dengan pengamatan dan perhatian yang lembut.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



