
Fabel AESOP
Androcles dan Singa
⏱ 2–4 Min
Suatu hari yang cerah dan cerah, Angin Utara dan Matahari berdebat keras mengenai siapa yang lebih kuat. Melihat ke bawah, mereka melihat seorang pengelana berjubah merah berjalan di sepanjang jalan.
"Siapa pun yang bisa membuat pengelana itu melepas jubahnya terlebih dahulu, dialah yang lebih kuat!" Matahari menantang. Angin Utara tertawa dan dengan penuh semangat mengajukan diri untuk pergi duluan.
Angin Utara bertiup sekuat tenaga, membengkokkan pepohonan ke samping. Namun semakin keras tiupannya, semakin erat pengembara itu mencengkeram jubahnya dan menggigil. Akhirnya Angin Utara kehabisan nafas, karena tidak menghasilkan apa-apa.
Sekarang giliran Matahari. Dengan lembut sinar hangatnya menyinari, dan sedikit demi sedikit pelancong mulai merasa nyaman, hingga udara menjadi hangat dan menyenangkan.
Tak lama kemudian, pengelana itu menjadi begitu hangat sehingga dia dengan senang hati melepaskan jubahnya sendirian. Matahari memenangkan kontes tersebut, dan Angin Utara belajar bahwa kelembutan dan kehangatan dapat memenangkan hati orang jauh lebih baik daripada kekuatan yang pernah ada.
Kelembutan dan kehangatan memenangkan hati orang jauh lebih baik daripada kekerasan.
Angin Utara dan Matahari berdebat mengenai siapa yang lebih kuat, sehingga mereka mengadakan kontes untuk melihat siapa yang dapat membuat seorang musafir melepaskan jubahnya terlebih dahulu.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda