
Cerita asli
Mudskipper dan Garis Pasang Surut
⏱ 2–4 Min
Di atas tiang tinggi di samping sawah terdapat sarang bangau, rumah bagi anak bangau dan saudara-saudaranya. Ketika ibu mereka mengatakan sudah waktunya belajar terbang, anak ayam ini menggembungkan bulunya karena ketakutan, bahkan terlalu takut untuk mengepakkan sayapnya di tepi sarang.
Saudara-saudaranya terbang dengan anggun, satu demi satu. Namun ketika gilirannya tiba, bangau muda itu melompat keluar dan terjatuh dengan kikuk, sayapnya mengepak tak beraturan, hingga mendarat dengan keras di rerumputan di bawah.
Bangau muda itu kesakitan dan merasa malu. Ia ingin menyerah sepenuhnya untuk terbang. Namun induknya menukik ke bawah untuk menghiburnya sambil berkata, "Setiap bangau yang bisa terbang hari ini pasti pernah jatuh, sama seperti kamu. Coba lagi, Nak."
Bangau muda itu berjuang untuk kembali ke sarangnya dan mencoba melompat lagi. Kali ini, ia mengingat ritme kepakan sayap sebelumnya. Meski masih goyah, ia berhasil bertahan di udara sedikit lebih lama dibandingkan sebelumnya.
Setelah berkali-kali terjatuh dan mencoba lagi, akhirnya bangau muda itu melayang ke angkasa seanggun saudara-saudaranya. Ia meluncur di atas lapangan hijau dengan bangga, akhirnya memahami bahwa jatuh bukanlah kegagalan — itu hanyalah bagian dari belajar terbang.
Kegagalan bukanlah akhir, ini adalah langkah penting menuju kesuksesan.
Seekor bangau muda takut untuk melompat dari sarangnya untuk belajar terbang, dan setelah gagal berkali-kali, ia menyadari bahwa jatuh hanyalah bagian dari belajar untuk benar-benar terbang.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda