Awan Kecil yang Tidak Mampu Membuat Hujan

Awan kecil berwarna putih halus melayang di langit musim panas, menyaksikan awan yang lebih besar di sampingnya berubah menjadi abu-abu gelap dan membiarkan hujan turun, mengairi pepohonan dan ladang di bawahnya hingga berkilau.

Awan kecil itu berusaha keras membuat dirinya mengeluarkan hujan, tetapi tidak setetes pun jatuh. Dia merasa tersisih, berharap dia bisa membantu seperti yang dilakukan awan lainnya.

Angin sepoi-sepoi bertiup dan melihat awan kecil itu tampak sedih. Dia bertanya dengan lembut apa yang salah, dan awan kecil itu menceritakan betapa dia berharap bisa membuat hujan turun seperti teman-temannya.

Angin menjelaskan dengan lembut bahwa setiap awan perlu mengumpulkan cukup kelembapan sebelum berubah menjadi hujan — masing-masing awan memiliki waktunya sendiri-sendiri. Dia mengajak awan kecil itu untuk hanyut bersamanya dengan tenang dan sabar.

Awan kecil itu melayang bersama angin hari demi hari, mengumpulkan kelembapan dari lautan luas. Suatu hari, dia akhirnya berubah menjadi abu-abu gelap dan, untuk pertama kalinya, melepaskan hujan lembut ke tanah kering di bawah, akhirnya bangga pada dirinya sendiri.
Moral dari cerita
Setiap orang punya waktunya masing-masing — tidak perlu terburu-buru dan membandingkan diri kita dengan orang lain.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



