
Dunia Klasik
Lobak Raksasa
⏱ 3–5 Min
Sepasang suami istri tua menemukan buah persik berukuran besar mengambang di sungai. Ketika mereka membukanya dengan hati-hati, seorang anak kecil keluar. Mereka menamainya Momotaro dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang hingga ia tumbuh sehat dan kuat.
Suatu hari, penduduk desa menjelaskan bahwa oni dari pulau yang jauh telah mengambil peralatan, benih, dan barang berharga mereka. Momotaro menawarkan untuk meminta mereka kembali. Nenek mengemas pangsit millet, dan Kakek mengingatkannya untuk selalu berhati-hati dan berani.
Di tengah jalan, ia bertemu dengan seekor anjing yang hidungnya mancung, seekor kera yang memanjat dengan lincah, dan seekor burung pegar yang dapat melihat jauh ke depan. Momotaro berbagi pangsit dengan masing-masing dan bertanya bagaimana mereka ingin membantu. Keempatnya berangkat sebagai satu tim.
Di pulau oni, Burung Pegar mengintai, Monyet membuka ikatan gerbang, dan Anjing mengikuti aroma tersebut ke gudang. Momotaro berkata kepada kepala oni, "Kami datang bukan untuk mengambil apa yang menjadi milikmu. Kami datang untuk mengembalikan apa yang telah dicuri." Melihat kerja tim yang tak kenal takut, oni pun setuju.
Oni tersebut berjanji tidak akan mencuri lagi dan membantu membawa semuanya ke perahu. Momotaro dan teman-temannya mengembalikan setiap barang kepada pemiliknya. Desa berterima kasih kepada tidak hanya satu pahlawan, tapi Anjing, Monyet, Burung Pegar, dan semua orang yang telah menggunakan kekuatan khusus untuk seluruh komunitas.
Sebuah tim yang kuat tidak membutuhkan semua orang untuk menjadi sama; ia berbagi, mendengarkan, dan menggabungkan kekuatan yang berbeda untuk tujuan yang sama.
Seorang anak laki-laki yang lahir dari buah persik melakukan perjalanan untuk mendapatkan kembali barang-barang yang diambil dari pulau oni. Dengan berbagi pangsit dengan seekor anjing, monyet, dan burung pegar, ia mengubah empat talenta berbeda menjadi satu tim.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda