Langkah ke konten
Hoot Tales

Sup Batu

Tiga orang pengembara telah berjalan berhari-hari dan merasa lapar serta lelah. Ketika mereka sampai di sebuah desa kecil pada suatu malam, mereka mengetuk pintu dan meminta untuk berbagi makanan. Namun setiap penduduk desa menyimpan makanan mereka di dekat mereka dan tidak mau berbagi makanan dengan siapa pun.

Para pemudik tidak putus asa. Mereka tersenyum dan berseru kepada penduduk desa, “Kalau begitu, kami akan membuatkan sup batu untuk semua orang – sup paling enak di dunia!” Mereka menyalakan api di alun-alun desa, menyiapkan panci besar, mengisinya dengan air, dan dengan hati-hati menjatuhkannya ke dalam batu bundar yang halus dan berkilau.

Penduduk desa yang lewat semakin penasaran dan datang untuk menonton. Seorang pengembara mencicipi sup itu dan mengangguk gembira. “Ini sudah enak,” katanya, “tapi akan lebih enak lagi jika diberi satu atau dua wortel.” Seorang wanita tua yang mendengar ini bergegas pulang dan kembali dengan membawa wortel segar untuk panci.

Satu demi satu, penduduk desa bergegas pulang dan kembali membawa sesuatu untuk ditambahkan ke dalam panci — ada yang membawa bawang, ada yang membawa kentang, ada yang membawa ayam dan garam. “Sedikit lagi,” kata masing-masing, “dan supnya akan terasa lebih enak!” Segera sup batu itu penuh dengan sayuran dan daging berwarna-warni, memenuhi seluruh desa dengan aroma yang hangat dan lezat.

Ketika sup sudah siap, seluruh desa duduk bersama untuk menikmati hidangan hangat dan lezat. Mereka tertawa dan mengobrol seperti satu keluarga besar yang bahagia. Sebelum para pengelana itu pergi, mereka berkata, "Satu batu kecil tidak bisa berbuat banyak jika berdiri sendiri, tapi ketika semua orang berbagi sedikit saja, batu itu akan menjadi sepanci besar sup yang memenuhi seluruh desa."

Ketika setiap orang berbagi sedikit saja, hal-hal kecil dapat tumbuh menjadi pesta besar yang memenuhi setiap hati dan perut.

Tentang kisah ini

Tiga pengembara yang lapar tiba di sebuah desa di mana tidak ada seorang pun yang mau berbagi makanan, jadi mereka mengundang semua orang untuk membantu membuat "sup batu" — dan itu berkembang menjadi pesta indah yang dinikmati oleh seluruh desa.

Tentang 4–6 Minit👧 Terbaik untuk usia 4–8📚 Dunia Klasik

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Kerjasama & KeadilanKebaikan & berbagi
ditulis dan dikembalikan oleh
Cerita rakyat tradisional — diceritakan kembali oleh tim Hoot Tales
Lisensi
Domain Publik · Sumber: European Folktale (Traditional)
Berkongsi cerita ini

Parents' guide

Explore trust and cooperation through Stone Soup

A good fit for

Children who enjoy cooking, pretend play, or community stories. Compare invitation and trickery without rushing to declare the traveler's intention good or bad.

Know before reading

The traveler uses the idea of stone soup to prompt villagers to bring food. Children may wonder whether this is deception or creativity, making consent and honesty important parts of the discussion.

Words to explore

ingredient
one of the foods or items combined in a recipe
community
people who live or do things together
trust
confidence that someone will be honest and safe

Before reading

  • Can a stone really make soup?
  • Why might someone hesitate to share food with a stranger?

While reading

  • What makes the villagers begin to bring ingredients?
  • Is the traveler inviting, tricking, or doing some of both?

After reading

  • What does everyone gain besides soup?
  • How could the traveler invite cooperation more openly?
  • If contributions differ, can the soup still be shared fairly?

A 10-minute after-reading activity

About 10 minutes

Materials: paper, crayons, adult-use scissors

  1. Draw a large pot and one paper ingredient per person.
  2. Each person says what they want to add and why.
  3. Combine the ingredients, name the soup, and decide how to share it.

What may feel scary or confusing

A child may infer that a small deception is acceptable when the outcome is good. Explore why a good result does not erase honesty and consent.

For adults: leave room for the child's view

Avoid fixing the villagers as selfish or the traveler as clever. Weigh scarcity, caution, and the wish to connect.

Sources for the shared-reading approach

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda