Langkah ke konten
Hoot Tales

Sang Putri dan Kacang Polong

Seorang pangeran ingin menikahi seorang putri sejati, dan hanya seorang putri sejati. Dia berkeliling ke seluruh kerajaan untuk mencari, tapi tidak peduli berapa banyak gadis cantik yang dia temui, dia tidak pernah bisa yakin bahwa mereka benar-benar putri, dan dia kembali ke kastil dengan putus asa.

Suatu malam, badai dahsyat berkecamuk. Sebuah ketukan terdengar di pintu kastil, dan di sana berdiri seorang wanita muda basah kuyup yang mengaku sebagai putri yang hilang.

Ratu yang pandai merancang sebuah tes. Dia meletakkan sebutir kacang polong kecil di bawah kasur, lalu menumpuk dua puluh kasur empuk di atasnya, bersama dengan dua puluh selimut bulu, sebelum membiarkan wanita muda itu tidur di sana.

Keesokan paginya, ratu bertanya kepada wanita muda itu apakah dia sudah tidur nyenyak. Karena kelelahan, dia menjawab bahwa dia belum tidur sekejap pun sepanjang malam, merasa seolah ada sesuatu yang keras menekan dirinya di bawah kasur tebal itu.

Ratu dan pangeran tersenyum gembira, karena hanya seorang putri sejati yang bisa merasakan sebutir kacang kecil di bawah begitu banyak kasur tebal. Pangeran menikahinya, dan mereka hidup bahagia bersama.

Terkadang nilai sejati seseorang tersembunyi dalam detail kecil yang tidak dapat dilihat orang lain.

Tentang kisah ini

Seorang pangeran ingin menikahi seorang putri sungguhan, jadi sang ratu merancang sebuah tes: menumpuk lusinan kasur di atas sebutir kacang kecil, untuk melihat apakah kepekaan seorang gadis yang berkunjung membuktikan bahwa dialah putri asli.

Tentang 3–5 Minit👧 Terbaik untuk usia 4–8📚 Dunia Klasik

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Kepercayaan diri & perbedaan
ditulis dan dikembalikan oleh
Hans Christian Andersen — diceritakan kembali oleh tim Hoot Tales
Lisensi
Domain Publik · Sumber: Hans Christian Andersen
Berkongsi cerita ini

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda