
Cerita Rakyat Thailand
Phaya Khankhaak dan Hujan yang Hilang
⏱ 5–8 Min
Dahulu kala, di hutan utara, Gagak Putih menjaga lima butir telur di sarang yang tinggi. Dia menaungi mereka dengan sayapnya, terbang keluar untuk mencari makanan, dan kembali setiap malam untuk bernyanyi dengan lembut kepada anak-anak di dalam.
Suatu hari, badai dahsyat mengguncang dahan dan air hujan membawa kelima telur tersebut ke berbagai arah. Seekor ayam betina, seekor naga, seekor kura-kura, seekor sapi, dan seekor singa betina masing-masing menemukan satu telur, membawanya pulang, dan dengan penuh kasih membesarkan anak yang menetas dari telur tersebut.
Ketika mereka dewasa, kelima anak itu mencari kebijaksanaan dan menjadi pertapa muda. Suatu hari mereka bertemu di bawah pohon bodhi. Ketika masing-masing berbicara tentang ibu yang membesarkannya, mereka menyadari bahwa kelimanya ditemukan setelah badai yang sama.
Bersama-sama, mereka mengalihkan pikiran mereka kepada ibu kandung mereka. Cahaya putih lembut menembus dedaunan, dan Gagak Putih terbang ke bawah. Dia bercerita kepada mereka bagaimana badai telah memisahkan mereka dan betapa bahagianya dia karena setiap anak disayangi oleh ibu angkatnya.
“Saat kamu merindukan orang yang menyayangimu, biarkan cahaya kecil mengingatkanmu akan cinta mereka,” kata Gagak Putih. Kelima anak tersebut memelintir kapas menjadi sumbu berbentuk gagak yang bercabang tiga, lalu memberikannya kepada tetua masyarakat untuk ditempatkan di lampu tanah liat kecil.
Pada malam Yi Peng, orang dewasa menyalakan lampu gagak sementara anak-anak mengawasi dari jarak yang aman. Ratusan api kecil menyinari pintu, sumur, dan lumbung padi. Kelimanya teringat pada Gagak Putih, ibu angkat mereka, dan semua orang yang telah memberi mereka cinta. Lampunya indah karena begitu banyak kenangan yang bersinar bersama.
Keluarga dapat tumbuh melalui kelahiran dan perawatan. Bersyukur berarti mengingat kasih semua orang yang telah membantu kita bertumbuh.
Diadaptasi dari salah satu tradisi Buddha Lanna, kisah ini mengikuti lima anak yang dipisahkan dari Gagak Putih, dibesarkan dengan penuh kasih oleh lima keluarga asuh, dipertemukan kembali dengan ibu kandung mereka, dan terinspirasi untuk membuat lampu yang menghormati semua orang yang merawat mereka.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda