
Cerita Rakyat Thailand
Phaya Khankhaak dan Hujan yang Hilang
⏱ 5–8 Min
Legenda Songkhla menceritakan bahwa dahulu kala, seorang saudagar Tiongkok secara teratur mengarungi kapal dagang ke kota. Dia membawa seekor anjing dan seekor kucing dari pantai dan merawat mereka di atas kapalnya. Mereka tidak pernah kelaparan, namun semakin jauh mereka berlayar, semakin mereka merindukan rumah. Seekor tikus yang tinggal di bawah dek juga memimpikan tanah yang kokoh.
Anjing itu tahu bahwa pedagang itu menyimpan kristal ajaib yang dapat mencegah pemiliknya tenggelam. Kucing itu meminta tikus untuk mengeluarkannya agar ketiganya bisa berenang ke darat. “Bisakah kita bertanya padanya dulu?” kata tikus itu. “Dan siapa yang akan mengembalikannya saat kita mendarat?” Tidak ada yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Rasa rindu dan tergesa-gesa membuat mereka mengambil jalan pintas yang mereka tahu salah.
Ketika kapal kembali ke dekat Songkhla, tikus itu menyelinap ke dalam dan membawa kristal tersebut. Lalu ketiganya masuk ke laut. Tikus berenang terlebih dahulu dengan kristal di mulutnya, kucing mengikuti, dan anjing berada di urutan terakhir. Gelombang panjang mengangkat dan menurunkannya, tapi cahaya kristal mengelilingi ketiganya, dan pantai tampak semakin dekat dengan setiap pukulannya.
Jauh di laut, tikus itu takut tikus lain akan mengambil kristal itu setelah mereka mendarat. Kucing itu takut tikus itu akan melarikan diri, jadi dia berenang mendekat untuk bertanya. Namun tikus tersebut tidak dapat berbicara ketika membawa kristal tersebut dan salah mengira bahwa pendekatannya adalah sebuah serangan. Dia melesat pergi. Kristal itu terlepas dari mulutnya, cahaya bulatnya perlahan tenggelam ke dalam biru tua.
Saat cahaya menghilang, ombak membawa ketiganya terpisah. Legenda mengatakan mereka tidak pernah sampai di rumah dalam bentuk lamanya. Menjelang fajar, muncul dua pulau kecil bernama Pulau Tikus dan Pulau Kucing. Anjing itu menjadi Bukit Tang Kuan di tepi pantai, sedangkan kristalnya pecah menjadi kilauan pasir Pantai Sai Kaeo. Laut menjadi tenang, namun kisah mereka tetap ada.
Beberapa generasi kemudian, seorang anak berdiri bersama Nenek di pantai Songkhla dan memandang ke seberang pulau. “Legenda bukanlah peta ilmiah,” kata Nenek, “tetapi legenda dapat membantu kita mengingat pertanyaan-pertanyaan penting.” Anak itu menjawab, “Sebelum bepergian bersama, saya akan bertanya terlebih dahulu, mengatakan apa yang membuat saya khawatir, dan menyepakati siapa yang bertanggung jawab atas apa.” Angin laut yang lembut berhembus, seolah cerita lama sedang mendengarkan.
Rencana bersama harus dimulai dengan izin, ketakutan yang terucap, dan tanggung jawab yang jelas, karena ketidakpercayaan yang tidak terucapkan dapat merugikan sesuatu yang penting bagi setiap orang.
Legenda Songkhla menceritakan tentang seekor anjing, kucing, dan tikus yang sangat merindukan rumah hingga mengambil jalan pintas dengan kristal ajaib. Namun ketika tak satu pun dari mereka mengungkapkan ketakutan mereka, ketidakpercayaan terhadap laut mengubah ketiga pelancong tersebut—dan pesisir pantai—selamanya.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda