
Cerita asli
Niran dan Kolam Teratai
⏱ 2–4 Min
Salju pertama musim dingin turun di atas hutan. Seekor anak beruang kecil menyaksikan serpihan putih berjatuhan dengan mata terbelalak dan bersemangat — namun ibunya mengatakan sudah waktunya bagi seluruh keluarga untuk pergi ke ruang kerja dan tidur sepanjang musim dingin. Anak itu cemberut. Dia masih ingin berlari dan bermain di salju.
Induk beruang memeluknya erat-erat dan dengan lembut menjelaskan bahwa tubuh beruang harus menyimpan kekuatannya dan beristirahat dalam waktu yang sangat lama agar dapat bertahan dalam cuaca dingin yang pahit di masa depan. Tapi begitu semua orang tertidur, anak kecil yang tidak sabar itu diam-diam keluar dari sarangnya untuk bermain di salju sendirian dalam kegelapan.
Di luar, angin menderu-deru dan salju turun semakin deras. Tak lama kemudian anak harimau itu menggigil, napasnya terengah-engah di awan putih, cakarnya begitu dingin hingga dia hampir tidak bisa menggerakkannya. Dia merasa lebih lelah dan kedinginan daripada yang pernah dia rasakan dalam hidupnya.
Anak harimau itu bergegas kembali melewati salju ke dalam sarang secepat yang bisa dilakukan oleh kakinya yang lelah. Ibunya terbangun dan mendapati dia basah kuyup dan gemetar, tapi dia tidak memarahinya sama sekali. Dia hanya membungkusnya dengan kehangatan dan dengan lembut menjelaskan sekali lagi mengapa tubuh kecilnya benar-benar membutuhkan istirahat ini.
Malam itu, anak harimau itu meringkuk di dekat induknya dan tertidur lelap untuk pertama kalinya. Dia tidur sepanjang musim dingin bersama keluarganya, hingga musim semi akhirnya tiba. Dia terbangun dengan kuat dan penuh kegembiraan, akhirnya memahami mengapa istirahat dengan sabar sangat penting.
Terkadang kesabaran dan istirahat yang cukup justru membuat kita cukup kuat untuk menghadapi hari-hari mendatang.
Seekor anak beruang kecil tidak mengerti mengapa keluarganya harus tidur sepanjang musim dingin, jadi dia menyelinap keluar untuk bermain di salju sendirian pada suatu malam yang dingin — dan belajar dari pengalaman pahit mengapa istirahat itu penting.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda