Tikus Tanah yang Belajar Mencintai Hujan

Seekor tikus tanah kecil sama sekali tidak menyukai hujan. Setiap kali hujan mulai turun, dia akan bergegas turun ke liang bawah tanahnya dan menutup pintu masuknya dengan rapat.

Suatu hari, temannya si katak hijau mengetuk pintu liang tikus tanah. "Ayo bermain hujan bersamaku, menyenangkan!" katanya. Namun tikus tanah itu menggeleng, takut basah dan kedinginan.

Katak itu tidak mau menyerah. Dia meminta tikus tanah itu untuk mengintip keluar kepalanya dan melihat. Dengan ragu-ragu, tikus tanah itu menjulurkan kepalanya sedikit ke luar, dan melihat tetesan air hujan berkilauan di dedaunan di bawah sinar matahari yang mengintip dari balik awan.

Penasaran sekarang, tikus tanah itu perlahan melangkah keluar untuk melompati genangan air bersama katak. Dia menemukan bahwa suara hujan di dedaunan sangat indah, dan pelangi yang muncul di langit setelahnya juga indah.

Sejak saat itu, tikus tanah tidak pernah takut lagi dengan hujan. Dia belajar bahwa membuka hatinya terhadap sesuatu yang pernah dia takuti dapat membawanya menuju kebahagiaan yang benar-benar baru.
Moral dari cerita
Membuka hati terhadap sesuatu yang baru yang dulunya kita takuti atau tidak sukai dapat membawa kita pada kebahagiaan dan perspektif baru yang tidak pernah kita ketahui keberadaannya.
© 2026 Hoot TalesSemua hak yang ditempatkan dalam retelling, translation, illustrations, characters, and presentation. tidak ada reproduksi, adaptasi, republication, atau penggunaan komersial tanpa izin.
Kembali ke semua cerita



