
Cerita asli
Pola yang Menunjuk ke Rumah
⏱ 3–5 Min
Pagi ini, Nida menggandeng tangan Nenek Oon saat mereka memasuki pasar. “Mau bermain mengamati?” tanya Nenek. “Warna apa yang bersembunyi di pasar?” Mata Nida membesar. “Cari, cari, cari!” Nenek tersenyum. “Lihat warna, bentuk, dan pola—kita bisa menemukan benda dengan banyak cara.”
Nenek menunjuk baki pertama. “Apa yang bulat dan halus, dengan tangkai berbentuk bintang?” Nida ikut menunjuk. “Tomat!” Warna apa yang bersembunyi di sana? “Merah!” Bulat, halus, merah—satu warna ditemukan.
Berikutnya ada buah yang melengkung seperti senyuman, dengan bintik-bintik kecil pada kulitnya. “Pisang!” Nida tertawa. Warna apa yang bersembunyi di sana? “Kuning!” Melengkung, berbintik, kuning—warna lain ditemukan.
Benda-benda panjang berjajar di baki berikutnya, dengan tonjolan kecil di kulitnya. “Mentimun!” jawab Nida. Warna apa yang bersembunyi di sana? “Hijau!” Panjang, berbintil, hijau—warna lain ditemukan.
Sebelum pulang, Nida melihat bentuk seperti tetes air dengan tangkai berbentuk bintang dan kulit mengilap. “Terong—ungu!” serunya. Lalu ia bertanya kepada Nenek, “Warna apa yang bersembunyi di pasar?” Nenek membuka kedua tangan. “Ada yang bulat, melengkung, dan panjang—kita memakai warna, bentuk, pola, dan tekstur untuk menemukan semuanya!”
Kita dapat mengamati benda melalui warna, bentuk, pola, dan tekstur tanpa hanya mengandalkan warna.
Nida dan Nenek Oon bermain mencari warna di pasar pagi. Dengan mengamati tomat, pisang, mentimun, dan terong melalui warna, bentuk, pola, dan tekstur, mereka menemukan bahwa ada banyak cara untuk menemukan sesuatu.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda