
Cerita asli
Tetesan Air di Daun Talas
⏱ 3–5 Min
Setiap malam, Phrai dan Nenek tidur di cekungan berlumut pakis di bawah pohon yang tinggi. Malam ini, kijang muncak muda itu bertanya-tanya, “Suara apa yang terdengar paling akhir sebelum hutan tidur?” Ia menarik selimut daunnya yang lembut lalu mendengarkan. Seekor burung kecil menyanyikan satu nada terakhir sebelum kembali ke sarang. “Itu pasti suara terakhir,” bisik Phrai.
Ketika burung itu diam, seekor katak di tepi kolam berbunyi, “Rup... rup...” Phrai menghitung dua kali lalu menunggu. Saat katak berhenti, angin menyapu bambu, “Suu... saa...” “Kalau begitu, bambulah yang terakhir,” putusnya sambil membetulkan bantal daun dan mendengarkan lebih saksama.
Ketika bambu tenang, sungai kecil tetap bergemericik. Lebih jauh, seekor burung hantu berseru sekali. Phrai menghela napas. “Suara terakhir terus menjauh dariku.” Nenek membuka mata dan tersenyum. “Mungkin hutan tidak tertidur dengan mematikan semua suara.”
Nenek mengajak Phrai mendengarkan lagi tanpa berlomba mencari pemenang. Suara katak mengatakan kolam itu ada di sana. Suara bambu mengatakan angin sepoi sedang lewat. Suara sungai mengatakan air masih mengalir dalam perjalanannya. Setiap suara semakin jauh dan lembut. Phrai tidak perlu berpegang pada salah satunya. Ia dapat mengenali setiap suara yang akrab lalu membiarkannya berlalu.
Lalu Phrai mendengar suara yang paling dekat: embusan napasnya sendiri yang lembut saat masuk dan panjang saat keluar. Di sampingnya, Nenek juga bernapas dengan irama tetap. Hutan masih mengeluarkan suara, tetapi tubuh Phrai terasa hangat, berat, dan nyaman. “Tidak harus ada suara terakhir,” gumamnya, lalu tertidur sementara hutan terus berbisik.
Kita tidak perlu menunggu dunia benar-benar sunyi untuk beristirahat. Kita dapat mengenali suara yang akrab dan aman, lalu membiarkan tubuh perlahan-lahan rileks.
Phrai, seekor kijang muncak muda, mendengarkan suara terakhir sebelum hutan tidur. Setiap kali ia merasa telah menemukannya, suara lain yang lebih lembut menyusul, sampai Nenek membantunya menyadari bahwa hutan dapat beristirahat tanpa menjadi sunyi sepenuhnya—dan ia pun bisa.
Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda