Langkah ke konten

Ta Mong Lai dan Dua Arak-arakan Pernikahan

Ta Mong Lai, Yai Ramphueng, dan Yomdoi yang telah dewasa muda memperbaiki jala bersama di tepi Ao Noi pada pagi hari, dengan pegunungan, perahu nelayan, dan Teluk Thailand di belakang mereka

Dahulu kala di Ao Noi, Ta Mong Lai dan Yai Ramphueng menangkap ikan dan memperbaiki jala bersama. Putri mereka, Yomdoi, pandai membaca angin, memahami ombak, dan ingin memilih jalannya sendiri. Kabar tentang kecakapannya tersebar lebih jauh daripada kabar tentang kecantikannya.

Dua kejadian di permukiman pesisir yang sama: Yai Ramphueng menerima nampan dari Chao Lai dekat rumah kayu, sementara Ta Mong Lai berbicara dengan putra seorang raja Tiongkok di samping kapal jung dagang; Yomdoi tidak hadir dalam kedua percakapan

Suatu hari, Chao Lai datang dari Phetchaburi dan meminta kesempatan untuk mengenal Yomdoi lebih dekat. Terkesan oleh kesopanannya, Yai Ramphueng menjanjikan pernikahan kepadanya. Keesokan harinya, sebuah kapal jung dagang dari tempat jauh memasuki teluk, dan Ta Mong Lai membuat janji yang sama kepada putra seorang raja Tiongkok. Kedua orang tua itu merasa sedang memilih masa depan terbaik bagi putri mereka. Tak seorang pun bertanya kepada Yomdoi.

Arak-arakan pernikahan Chao Lai di pantai dan rombongan dari kapal jung dagang tiba bersamaan di rumah Ao Noi, sementara keluarga dan penduduk desa menatap terkejut

Pada pagi yang telah ditentukan, rombongan Chao Lai datang menyusuri pantai membawa hadiah dari Phetchaburi. Rombongan dari kapal jung mendekat dari laut membawa hadiah dari Tiongkok. Mereka tiba di rumah bersamaan, sementara bunyi genderang masing-masing saling bertumpuk. Baru saat itulah Ta Mong Lai dan Yai Ramphueng menyadari bahwa mereka telah membuat janji yang sama kepada dua orang berbeda.

Embusan angin laut secara ajaib membawa hadiah dari kedua arak-arakan pernikahan melintasi pantai, sementara semua orang berlindung dengan aman dan tidak ada yang terluka

Pertengkaran mereka semakin nyaring, melebihi bunyi genderang. Tiba-tiba embusan angin laut yang kencang menyapu topi, alu, piring, sumpit, buah pinang, dan manisan dari nampan. Sebagiannya jatuh dekat perbukitan, sementara yang lain melayang melewati ombak. Kelak orang-orang bercerita bahwa benda-benda itu menjadi Ko Muak, Ko Sak, Ko Chan, Khao Takiab, Ko Mak, dan bentang alam lain di sepanjang pesisir.

Yomdoi berdiri teguh di halaman di antara keluarganya dan kedua pelamar, sementara semua orang menurunkan tangan dan mendengarkan tanpa ancaman atau perkelahian

“Tolong berhenti!” Yomdoi melangkah ke halaman. “Ibu dan Ayah menyayangiku, tetapi aku bukan hadiah di atas nampan yang bisa dibagi atau diberikan. Suaraku harus ada dalam setiap keputusan tentang hidupku.” Chao Lai dan putra sang raja menurunkan nampan mereka. Mereka sepakat bahwa jawaban yang bukan diberikan oleh Yomdoi sendiri belumlah sebuah jawaban.

Yomdoi dengan percaya diri mengemudikan perahu nelayan kecil keluar dari teluk, sementara Ta Mong Lai dan Yai Ramphueng melambaikan tangan dari pantai dan bukit serta pulau yang bentuknya khas menjulang di kejauhan

Ta Mong Lai dan Yai Ramphueng meminta maaf kepada putri mereka lalu bersama-sama mengembalikan hadiah pertunangan. Kedua rombongan pergi tanpa pemenang ataupun pecundang. Yomdoi terus berlayar, membaca angin, dan memilih masa depannya sendiri. Ketika orang-orang menunjuk bukit dan pulau yang bentuknya tidak biasa, mereka menceritakan hari ketika dua janji hampir menenggelamkan suara yang paling penting.

Moral dari cerita

Niat baik tidak memberi kita hak untuk menentukan hidup orang lain. Janji yang melibatkan seseorang harus dimulai dengan bertanya dan mendengarkannya.

Buku ini berada di domain publik. hak cipta direservasi di Hoot Tales Terjemahan, ilustrasi dan presentasi.

Kembali ke semua cerita

Tentang kisah ini

Ketika ayah dan ibunya masing-masing menerima lamaran tanpa bertanya kepadanya, dua rombongan tiba di Ao Noi pada saat yang sama. Di tengah angin laut yang menerbangkan hadiah hingga menjadi bentang alam dalam legenda, Yomdoi harus menghentikan semua orang dan merebut kembali hak untuk memberikan jawabannya sendiri.

⏱ Tentang 5–8 Minit👧 Terbaik untuk usia 7–10📚 Cerita Rakyat Thailand

Apa yang dapat dipelajari anak-anak

Budaya & KomunitasBatas & RespectKomunikasi & Mendengarkan
ditulis dan dikembalikan oleh
Diadaptasi dari legenda pesisir Ta Mong Lai — diceritakan kembali oleh tim Hoot Tales
Berkongsi cerita ini

Siap untuk petualangan lain?

Lebih banyak cerita dari koleksi yang sama, dipilih untuk Anda